Tulungagung Anak Seniman

suatu saat pasti aku bisa meraih impianku













Bila Anda memiliki komputer dan koneksi internet, maka Anda dapat menjelajah ruang angkasa layaknya para astronot dengan layanan baru Microsoft yang disebut Worldwide Telescope ini. Kini tak perlu lagi naik pesawat ruang angkasa untuk dapat melihat bumi atau planet-planet lain dari dekat.

Layanan yang memerlukan Microsoft.NET Framework 2.0 SDK ini hanya berukuran sekitar 20MB dan harus di-install terlebih dulu sebelum digunakan. Setelah itu baru Anda dapat menikmati pemandangan ruang angkasa yang diambil dari beberapa teleskop dan organisasi astronomi di seluruh dunia ini.

Seperti diberitakan San Fransisco Chronicle, Selasa (13/05/08), Microsoft meluncurkan layanan ini untuk mengenang Jim Gray yang hilang tahun lalu saat berada di tengah laut. Jim Gray adalah seorang peneliti Microsoft yang memulai proyek ini.

Proyek Worldwide Telescope ini adalah bagian dari proyek lain yang lebih besar dari National Science Foundation. Satu versi yang didesain khusus untuk ahli astronomi sedang dalam pengembangan saat ini. Versi ini dimaksudkan untuk memvisualisasikan data ke dalam observatorium virtual dan mengintegrasikan semua data astronomis ke dalam web.

Namun pangsa pasar yang berusaha diraih Microsoft dalam proyek ini adalah para penggemar astronomi amatir, para pengajar dan para siswa yang belum mendapat kesempatan untuk melihat ruang angkasa dari dekat.


Sumber:http://www.kapanlagi.com/h/0000227926.html












Stasiun luar angkasa internasional (Intenational space station - ISS) merupakan proyek gabungan 13 negara.

Stasiun luar angkasa berukuran 100 x 80 x 40 meter, berbobot 450 ton, memiliki daya listrik 110.000 watt, dapat dihuni oleh 7 astronot dan dapat beroperasi selama 15 tahun.

Baru - baru ini satu tim astronot memasang laboratorium milik Jepang - yang dibangun dengan biaya $1 miliar - di Stasiun Angkasa Luar Angkasa Internasional (ISS)

Laboratorium Kibo yang memiliki berat 16 ton dibawa ke ISS oleh pesawat ulang-alik Discovery. Laboratorium itu akan menjadi ruangan terbesar di stasiun antariksa tersebut, yang akan digunakan untuk berbagai penelitian


Stasiun luar angkasa yang berada 400 km diatas permukaan bumi semua komponennya dirangkai satu persatu sehingga membentuk hampir sebesar lapangan sepakbola.

Stasiun luar angkasa ini berfungsi sebagai laboratorium angkasa luar untuk penelitian ilmu - ilmu biologi, material dan juga sebagai penempatan alat - alat sensor untuk memantau bumi kita.

Zero gravity yang ditawarkan angkasa luar sangat ideal untuk kegiatan industri farmasi, optis, dan industri mikroelektronika.

Gaya berat di ruang angkasa sepersejuta kali gaya berat di bumi, memungkinkan untuk memisahkan unsur - unsur kimia yang sukar dipisahkan dibumi karena pengaruh gaya grafitasi. Selain itu berbagai produk farmasi dan obat - obatan dapat dibuat di stasiun luar angkasa iss ini. Diperkirakan biaya untuk industri farmasi sekitar US$ 27 milyar.

Selain itu, produk optik kualitas tinggi berbahan baku mineral kwarsa murni yang hanya bisa dibuat pada kondisi tanpa bobot dapat dibuat di stasiun luar angkasa internasional ini. Pangsa pasar diperkirakan US$ 10 milyar.

Menurut pihak DASA Aerospace - Jerman sekitar 500.000 manusia dibumi mampu dan mau membayar untuk berwisata di luar angkasa dengan biaya yang aduhai mahal untuk ukuran kantong orang Indonesia.

Stasiun luar angkasa internasional ini selain berfungsi sebagai laboratorium penelitian juga bermanfaat untuk bisnis yang nilainya sangat besar. Itu lebih baik daripada ruang angkasa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri militer semata.

Sumber: warwick, space










CAPE CANAVERAL, RABU - Panel LCD di Kennedy Space Center, Florida AS mulai menghitung mundur peluncuran Endeavour. Pesawat ulang alik milik badan antariksa AS (NASA) itu dijadwalkan meluncur Sabtu (15/11) pukul 19.55 waktu setempat atau Minggu (16/11) pukul 07.55 WIB.

Pada misi kali ini, tujuh orang astronot yang dikirim akan melanjutkan proses pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS). Selama 15 hari, mereka akan mengatur ulang ruangan di ISS agar cukup dihuni lebih dari 3 orang saja seperti selama ini.

Untuk itu, Endeavour membawa sistem pengolah air bersih tamabhan senilai 250 juta dollar AS yang dapat menyaring cairan urin dan sampah cair menjadi air siap minum. Selain itu, juga dibawa 2 tempat tidur dan sebuah ruang toilet baru.

"Keluarga kami di antariksa bertambah. Memastikan kamar mandi baru menjadi sangat penting," ujar Joe Delai, manajer pengisian kargo Endeavour. Saat pembangunan rampung tahun 2010, ISS disiapkan gara dapat dihuni 6 orang.

Endeavour juga akan membawa astronot Sandra Magnus yang akan bertugas di ISS selama 6 bulan. Magnus akan menggantikan tugas Gregory Chamitoff yang telah berada di ISS sejak Juni lalu. Chamitoff akan pulang bersama 6 awak Endeavour lainnya.

Peluncuran Endeavour sebelumnya direncanakan akan dilakukan setelah peluncuran pesawat ulang alik Atlantis yang dikirim untuk memperbaiki teleskop ruang angkasa Hubble. Namun, masalah teknis menyebabkan Atlantis ditunda hingga tahun depan.










JAKARTA, KAMIS - Untuk pertama kalinya, badan antriksa AS (NASA) sukses menguji pengiriman data melalui sambungan Internet khusus yang didesain untuk komunikasi ruang angkasa. Dalam uji coba tersebut dikirimkan foto yang dipotret sebuah wahana ruang angkasa yang sedang mengarungi antariksa pada jarak 32 juta kilometer dari Bumi.

"Ini merupakan langkah awal untuk membangun kapasitas baru komunikasi ruang angkasa, sebuah Internet antarplanet," ujar Adrian Hooke, ketua tim peneliti yang bermarkas di Washington DC, AS. Keberhasilan tersebut diumumkan Selasa (18/11) lalu.

Jaringan Internet antarplanet ini dikembangkan bersama antara NASA dan Vint Cerf, wakil presiden Google yang dikenal pula sebagai "bapak Internet." Selama 10 tahun terakhir, Cerf membantu pengembangan protokol software yang digunakan untuk transmisi data di ruang angkasa yang disebut DTN (Disrupt-Tolerant Networking).

DTN mengirimkan informasi menggunakan metode yang berbeda dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), yang juga dikembangkan Cerf bersama koleganya. Protokol tersebut harus mampu menangani delay yang cukup lama, gangguan sinyal, dan mempertahanakn koneksi sehingga data yang dikirimkan tetap utuh.

Gangguan bisa datang dari badai Matahari atau saat wahana ruang angkasa bergerak ke belakang objek yang diamati. Jarak yang sangat jauh juga menjadi tantangan tersendiri seperti proses pengiriman data dari Mars yang membutuhkan delay antara 4-20 menit meski dikirim dengan kecepatan cahaya.

Jika pengiriman terpaksa berhenti di tengah jalan, setiap simpul jaringan akan menyimpan informasi tersebut dan kembali menersukannya jika sambungan normal. Hal ini berbeda dengan jaringan Internet di Bumi yang langsung mengabaikan data yang dikirimkan begitu sambungan terputus.

"Dalam dunia ruang angkasa saat ini, tim operasi harus secara manual mengatur jadwal setiap link komunikasi yang dipakai, data yang akan dikirim, dan tujuannya," ujar Leigh Togerson, manajer DTN Experiment Operation di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, AS.

Dengan DTN, hal tersebut tidak perlu dilakukan. Data akan terkirim secara otomatis sehingga lebih efisien. Uji coba pengiriman data melalui DTN dilakukan dari wahana ruang angkasa bernama Deep Impact yang tengah memburu Komet Hartley 2 setelah sukses mendekati Komet Tempel tiga tahun lalu.

20.17

SPACE WALK









CAPE CANAVERAL, RABU - Dua astronot melangkah ke luar stasiun ruang antariksa internasional (spacewalk) untuk melakukan pembersihan dan melubrikasi engsel pemutar panel surya. Astronot Heidemarie Stefanyshyn-Piper dan Stephen Bowen yang dilengkapi peralatan pelumas berencana membersihkan karat yang mengakibatkan kemacetan gerak engsel pemutar panel surya.

Ini merupakan bagian misi pertama dari 4 spacewalk dalam kunjungan pesawat ulang-alik ruang angkasa Endeavour selama 2 pekan di stasiun ruang antariksa internasional, ISS.
"Ayo, kita keluar," ajak Stefanyshyn-Piper, perempuan pertama yang memimpin spacewalk dari sebuah penerbangan ulang-alik antariksa, ke rekannya, Stephen Bowen.

Selama lebih dari setahun, engsel pemutar ini tak mampu secara otomatis menggerakkan sayap kanan panel surya ke arah matahari untuk produksi energi secara maksimum. Proses perbaikan secara intensif ini diperkirakan akan menyita hampir seluruh dari 4 agenda spacewalk.

Saat spacewalk berlangsung, para astronot di dalam Endeavour yang docking dengan ISS mulai mengeluarkan perlengkapan dari dalam bagasi raksasa yang diangkut oleh pesawat ulang-alik ruang angkasa itu. Peralatan besar yang dikeluarkan dari bagasi Endeavour adalah sebuah sistem daur ulang yang dapat mengubah urin dan keringat astronot menjadi air minum. Sistem daur ulang ini diperlukan apabila NASA ingin menggandakan jumlah awaknya di ISS pada Juni tahun depan.








CAPE CANAVERAL, SELASA — Kehilangan peralatan kerja di ruang angkasa bukan sesuatu yang menyenangkan karena dalam kondisi tanpa gravitasi, benda-benda bisa melayang dan hilang dalam gelapnya jagad raya.

Inilah yang dialami astronot Heidemarie Stefanyshyn-Piper saat melakukan spacewalk di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ia kehilangan peralatannya setelah penyemprot pelumas di dalam tasnya meletus dan terlepas dari pegangan. Ia pun terpaksa pasrah menyaksikan tas peralatan itu mengambang dan menjauh.

Tas berisi peralatan ini adalah benda terbesar yang pernah hilang saat astronot melakukan spacewalk dan terjadi saat ia berencana membersihkan dan melumasi sambungan-sambungan panel surya ISS.

Menurutnya, semprotan pelumas itu meletus sehingga isinya yang berwarna abu-abu gelap mengotori kamera dan sarung tangannya. Saat mengibaskan tangan, tas putih seukuran ransel yang dibawanya terlepas dan ia kehilangan semua peralatannya.

"Oh, great," gerutunya.

Stefanyshyn-Piper dan rekan spacewalk, Stephen Bowen, kemudian terpaksa berbagi peralatan untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu 6 jam 52 menit. "Kecuali kejadian kecil atau besar tadi, saya rasa kami telah berhasil menyelesaikan pekerjaan di luar tadi," kata Stefanyshyn-Piper setelah kembali ke stasiun.

Saat ini pengendali misi sedang memperhitungkan akibat hilangnya tas peralatan itu pada spacewalk yang direncanakan selanjutnya.

Sebelumnya, beberapa astronot yang melakukan spacewalk sempat melihat sebuah sekrup melayang-layang di dekat mereka, tetapi mereka tidak berhasil meraihnya. "Saya tidak tahu dari mana benda itu berasal," ujar Stefanyshyn-Piper.

Menurut pengendali misi, sekrup terbang itu tidak dianggap ancaman, tetapi mereka belum tahu dampak hilangnya tas peralatan. Mereka saat ini sedang berusaha melacak keberadaan tas itu di orbit Bumi.

Hilangnya tas peralatan itu merupakan noda dari misi Endeavour dan tujuh awaknya yang selama ini dianggap berlangsung mulus tanpa cacat.

Di luar kekecewaanya, Stefanyshyn-Piper, perempuan pertama yang ditugaskan memimpin spacewalk dalam misi ulang alik ini, berhasil memperbaiki sambungan panel surya.

Sejak lebih dari setahun lalu, sambungan tersebut macet dan tidak bisa mengarahkan panel surya secara otomatis ke Matahari. Sambungan itu berada dekat ujung stasiun yang mengorbit 352 kilometer di atas Bumi. Astronot yang melakukan spacewalk dilengkapi tali pengaman sepanjang 25 meter agar tidak terlepas ke luar angkasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Endeavour tiba di ISS pada Minggu. Pesawat ini membawa berbagai peralatan baru untuk dipasangkan di ISS.

Pada Selasa, pengendali misi menyatakan bahwa Endeavour bisa pulang ke Bumi pada akhir bulan ini. Pemeriksaan menyeluruh terhadap pesawat menunjukkan tidak adanya kerusakan pada perisai penahan panasnya, seperti yang dialami Columbia dan membuatnya meledak pada 2003.


CAPE CANAVERAL, KAMIS - Sungguh ini menjadi momentum yang tepat karena genap di usianya ke-10 tahun, Stasiun Antariksa Internasional (ISS) tengah disinggahi 10 orang astronot. Masing-masing tiga orang yang memang tengah bertugas dalam periode enam bulanan dan tujuh orang astronot wahana ulang Endeavour yang sedang menjalankan misi melanjutkan pembangunan ISS.

Pembangunan ISS titik balik hubungan Rusia dan AS yang mustahil dilakukan di saat perang dingin. Bagian pertama ISS diluncurkan Rusia pada 20 November 1998 dari Kazakhstan. NASA menyusul dua minggu kemudian membawa bagian kedua untuk digabungkan di orbit setinggi 352 kilometer. Program pembangunan ISS kemudian juga didukung 18 negara Eropa yang tergabung dalam badan antariksa Eropa (ESA), Kanada, dan Jepang.

Para astronot AS dan kosmonot Rusia baru menempati satu-satunya stasiun antariksa itu dua tahun kemudian. Sejak saat itu, pembangunan ISS terus berlanjut sampai dapat dihuni tiga orang awak dan akan cukup untuk enam orang saat diselesaiakan pada tahun 2010.

Saat ini, tinggal seperempat bagian yang belum diselesaikan. Sebagain besar telah diselesaikan dengan total berat sekitar 313,5 ton atau menurut NASA setara dengan sebuah rumah berisi lima kamar tidur. ESA telah membangun laboratorium ruang angkasa kebanggannya Colombus ke ISS. Begitu pula Jepang dengan laboratosium Kibo yang berarti harapan.

ISS telah 57.300 kali mengitari Bumi dan menempuh jarak 2 miliar kilometer. Selama 10 tahun, sebanyak 167 orang dari 15 negara pernah berkunjung ke sana dan lebih dari 19.000 jamuan makan telah dilakukan. Sampai sekarang sudah 80 roket diluncurkan dari Florida untuk wahana ulang alik NASA, Kazakhstan untuk roket Rusia, dan ATV Eropa dari Guyana Prancis untuk mengirimkan logistik maupun lalu lintas astronot dan kosmonot antara Bumi dan ISS.

Total biaya pembangunan ISS dari awal hingga akhir diperkirakan akan menghabiskan setidaknya 100 miliar dollar AS. Sumbangan terbesar dari NASA senilai 44 miliar dollar AS. Pembangunan ISS sempat terhenti selama 2 tahun sejak terjadi kecelakaan Columbia pada tahun 2003 yang menewaskan tujuh astronotnya.

Pembangunan ISS dikejar agar selesai sebelum 2010 saat seluruh pesawat ulang alik NASA dipensiunkan. Selanjutnya, transportasi Bumi dan ISS akan dilakukan dengan roket Soyuz milik Rusia sebelum NASA sukses menyelesaikan wahana ulang alik generasi barunya.

Awalnya pembangunan stasiun antariksa dimaksudkan sebagai wahana penelitian ilmiah di ruang hampa udara. Namun dalam perkembangannya ambisi AS untuk kembali menjejakkan kaki di permukaan Bulan menjadikan ISS sebagai batu loncatan. Bahkan akan menjadi stasiun pertama sebelum melanjutkan ekspedisi ruang angkasa hingga ke Mars.

Fungis ISS juga tidak lagi sekadar kegiatan ilmiah belaka. Selama 10 tahun ada, sudah 7 milyuner yang rela merogoh kocek hingga 30 juta dollar AS untuk menikmati wisata ke luar angkasa dan mengunjungi ISS.

Tak terasa sudah 10 tahun keberadaan stasiun antariksa telah menjadi pemersatu negara-negara di dunia yang hidup bersama secara damai. Semoga kerja sama ini tetap terjalin erat pada dekade-dekade berikutnya. Happy Birthday ISS!